Sahabat perjuangan..
Terlebih setelah aku tahu, mau pindah ke Tembalang. Yup anggun banget (anggun=akhwat gunung). dari gunung Sumbing-Sindoro ke Gunungpati, setelah itu ke Bukit Kencana. Jangan ditanya bagaimana rasanya…duh..mending tetap wae di Unnes. tapi kan sudah lulus, ‘yang datang dan pergi pasti terjadi’ lima tahun lalu aku yang datang, kinio aku yang harus pergi. Apalagi amanah sebagai desainer arsitek peradaban (guru…) sudah menanti. Alhamdulillah setelah lulus, wisuda, aku diterima mengajar di Sekolah Alam Ar Ridho. Sebenarnya sesuai dengan renstra hanya saja dulu pinginnya sih..buat sekolah alam sendiri di Kalimantan atau daerah terpencil di Indonesia. Namun, pulang seminggu sekali…naik helikopter….
..Wis lah, hadapi dengan senyuman semua yang terjadi harus terjadi..(demikian Mars Laskar Cinta FBS 1428 H). Allahu, aku yakin ini skenario terbaik dari YANG MAHA BERKEHENDAK.
Tadi malam aku packing, …waduh..tambah..melow..adek-adek sudah bobok. Kupandangi “rumah kecil”ku beserta keluarga “kecil”ku..I’m gonna away. Ingat semua slide ketika di Unnes…everything we shared together…aduih…biru..bener-bener biru. Apalagi beberapa hari ini banyak yang kirim sms cinta dari fansku..eh…sahabat-sahabatku yang sudah mutasi duluan. Ukhti Ika, ukhti Santi, ukhti Danik, loph u katsir/ jiddan ya (sepertinya salah semua). Nanti ukhti Pipit, sobat perjuangan di Rohis Kalimasada (satu-satunya LDK yang kuikuti saat di Unnes). mau mutasi juga alhamdulillah jadi guru di Brebes yang kenes-kenes pedes..he…he. Dek Fani, sekretaris FLP Smg juga mau mutasi (dek..perjuangan Tim Suksesi Skripsi ‘AH’ belum berakhir yo…).
“Tuk teman-teman terbaikku
tetaplah setia di jalanmu
Allah, kuatkan iman di hatinya..
Patahkan segala rintangan
kerikil, batu, yang menghalang
Semoga..mudah bagimu
tuk bahagia
Sampai jumpa
teman baikku
semoga…bertemu
dalam jannah-Nya”
Ni lagu NAUFAL lagi, tidak tahu mengapa beberapa hari ini lagu NAUFAL jadi lagu kebangsaan Azkiers. Mungkin ini tulisan terakhirku menjelang mutasi ke Tembalang…Bismillahirrahmanirrahim.
Oh ya buat dek Neina..makasih sudah temani diriku ngetik lama di depan mas komputer yang loli banget…tapi tambira (tetap gembira). Oye?
) aku pede ke pos Bakti Hujan banyak juga yang berkomentar lantas tertawa geli ‘kok ada tukang pos nyasar’ , aku tidak peduli yang penting tidak kehujanan.